Implementasi Prinsip Syariah (Bagi Hasil dan Resiko) Dalam Kegiatan Usaha Koppontren Assalaam (IMPLEMENTATION OF SHARIA PRINCIPLE (PROFIT SHARING AND RISK) IN BUSINESS ACTIVITY OF KOPPONTREN ASSALAAM)

Posted on Posted in Mujiburochman

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang notabene memiliki jumlah penduduk
muslim terbesar disambut oleh pelaku bisnis jasa keuangan dengan mendirikan bank syariah, baitul
mal wattanwildan sejenisnya. Koperasi merupakan soko guru perekonomian yang memegang
peranan penting dalam perkembangan perekonomian di Indonesia tidak ketinggalan menangkap
peluang dalam bidang simpan pinjam berlandaskan syariah. Permasalahan yang dihadapi adalah
bagaimana implementasi prinsip bagi hasil dan risiko dalam kegiatan penghimpunan dana,
implementasi prinsip bagi hasil dalam kegiatan pembiayaan di koperasi dan apa yang menjadi
kendala operasional yang dihadapi dalam implementasi prinsip bagi hasil tersebut. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empirisyakni memandang
prinsip dasar keuangan syariah sebagai hal yang bersifat normatifakan tetapi juga melihat
bagaimana berinteraksi (dapat diimplementasikan) dalam masyarakat. Salah satu prinsip usaha
keuangan syariah adalah akad bagi hasil dan risiko dimana koperasi dan anggota koperasi membagi
keuntungan berdasarkan rasio bagi hasil yang ditentukan sebelumnya. Prinsip bagi hasil ini
merupakan karakteristik utama dalam keuangan syariah, akan tetapi dalam kegiatan pembiayaan
di koperasi masih rendah dibandingkan dengan pembiayaan lainnya seperti murabahah(jual beli),
hal ini disebabkan antara lain karena tingginya risiko yang harus ditanggung oleh koperasi apabila
terjadi kerugian yang diakibatkan bukan dari kesengajaan atau kelalaian dari peminjam sehingga
koperasi akan sangat berhati hati dalam memberikan pembiayaan kepada anggota. Kendala
lainnya adalah sumber daya manusia yang kurang memadai, manajemen, sistem informasi dan
teknologi, sikap anggota koperasi yang terbiasa dengan pola konvensional serta tidak adanya
standar moral yang diterapkan dalam kegiatan pembiayaan.

Selengkapnya silahkan membaca disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*